HANTU GENTAYANGAN DALAM PANDANGAN ISLAM



BAB I


PENDAHULUAN


A. Latar Belakang


Dalam kehidupan kita, banyak sekali kepercayaan-kepercayaan yang beredar di masyarakat tentang berbagai macam hal, salah satunya adalah tentang hantu gentayangan atau hantu penasaran. Isu atau kepercayaan ini erat sekali di dalam masyarakat kita, mereka mempercayai bahwa jenazah yang sudah dimakamkan itu bisa bangkit kembali dan menakut-nakuti warga. Mereka juga mempercayai bahwa orang yang mati dengan kecelakaan atau sebagainya nanti akan menjadi arwah yang penasaran.


Kepercayaan seperti ini juga
diperkuat lagi dengan banyaknya film-film horor yang beredar dan mengisahkan tentang hantu tersebut, ada yang mengisahkan korban pembunuhan akan bangkit kembali menjadi hantu dan pergi membalaskan dendamnya kepada sang pembunuh. Banyak masyarakat menonton film-film seperti ini dan secara tidak sadar merekapun terpengaruh dan percaya terhadap kisah tersebut.


Kepercayaan seperti inilah yang merusak iman seorang muslim, karena kesalahpahaman inilah seorang mukmin terjerumus kevdalam kesyirikan. Oleh karena itu isu-isu atau kepercayaan seperti ini harus di tela’ah dengan seksama agar tidak menyimpang dari ajaran Islam.


B. Rumusan Masalah


Dari latar belakang di atas, kita bisa mengambil beberapa masalah yang harus dijelaskan, diantaranya


1. Kepercayaan yang beredar di masyarakat tentang hantu gentayangan


2. Pendapat Islam tentang kepercayaan tersebut









BAB II


PEMBAHASAN


A. Kepercayaan yang Beredar di Masyarakat


Seperti yang sudah di jelaskan di latar belakang di atas, kepercayaan masyarakat tentang hantu gentayangan atau arwah penasaran dan sebagainya sangatlah kuat, karena kepercayaan ini sudah turun temurun dari orang-orang kita sebelumnya. Kepercayaan seperti ini sudah mendarah daging dalam masyarakat. Dan kepercayaan seperti inilah yang mempengaruhi keimanan seorang muslim. Oleh karena itu kita harus mengetahui pemahaman yang sebenarnya tentang masalah seperti ini. Berikut beberapa kepercayaan yang tersebar dalam kalangan masyarakat.


1. Mati bunuh diri


Kebanyakan orang beranggapan bahwa orang yang mati bunuh diri arwahnya akan penasaran atau bergentayangan. Karena orang yang bunuh diri pasti keadaan batinnya sangat tertekan karena suatu hal. Dan juga sudah tidak asing lagi jika tempat kejadian juga dikaitkan akan menjadi tempat yang angker dan sering terjadi penampakan oleh masyarakat.


2. Mati diperkosa


Yang ini juga sangat angker kedengarannya, karena dalam pikiran masyarakat bahwa wanita yang mati diperkosa sudah pasti akan penasaran dan gentayangan untuk membalas dendam pada orang yang memperkosanya atau membunuhnya. Seperti dalam film-film horor yang sering beredar, banyak yang mengisahkan tentang wanita yang mati diperkosa akan menjadi hantu dan membalas dendam kepada pembunuhnya.


3. Mati kecelakaan


Masyarakat juga mempercayai bahwa orang yang mati kecelakaan arwahnya akan penasaran dan akan menghantui di sekitar tempat kecelakaannya, seperti banyak yang terjadi akhir-akhir ini. Karena kepercayaan bahwa arwah orang yang mati kecelakaan tidak akan tenang jika tidak membalas sakitnya kepada kendaraan lain.


4. Mati melahirkan


Kepercayaan tentang orang yang mati melahirkan maka arwahnya akan penasaran juga sangat terkenal di masyarakat. Orang percaya bahwa orang yang mati melahirkan maka nanti dia akan bangkit dan menjadi sundel bolong yang selalu bergentayangan menggendong anaknya.


5. Mati kelamaan jomblo


Yang seperti ini sudah dalam tingkat stres berat, karena selama hidup tidak mempunyai pasangan maka nanti saat sudah mati arwahnya akan bergentayangan dan katanya orang yang mati kelamaan jomblo ini hobinya adalah mengintip wanita yang masih perawan mandi.


6. Hantu pocong


Masalah yang berkaitan dengan hantu pocong ini sangat sudah terkenal sekali dalam masyarakat, mereka percaya bahwa orang yang dikuburkan lalu kain kafannya atau tali pocongnya tidak dilepas, maka arwahnya akan bergentayangan menjadi pocong lalu berkeliling di masyarakat sekitar untuk meminta tali pocongnya dilepas. Sekenario seperti ini juga sering dijadikan sebagai topik dalam film-film horor.


Demikian beberapa kepercayaan yang beredar di dalam masyarakat, dan masih banyak lagi yang lain tentang kepercayaan-kepercayaan masyarakat tentang hantu gentayangan.


B. Pandangan Islam tentang Hantu Gentayangan


Islam tidak mengenal istilah hantu atau lain sebagainya seperti yang dipercayai oleh masyarakat. Hantu yang seperti dikenal oleh masyarakat awam adalah ruh orang yang sudah meninggal yang tidak diterima di alam nirwana, yang kemudian kembali ke bumi berwujud hantu penasaran. Dalam Istilah umum sering di pakai kata arwah, seperti arwah gentayangan. Walaupun yang di maksud dalam kata arwah ini hanya sesosok bayangan makhluk halus.


Kata Arwah berasal dari bahasa arab "ruh" yang berarti jamak atau banyak. Bentuk jamak dari ruh adalah arwah. Namun dalam bahasa Indonesia kata arwah dipakai walaupun dalam arti tunggal. Jadi kalau kita pakai kata arwah gentayangan tapi kita maksud hanya satu makhluk, atau satu hantu, maka berarti salah dalam arti kata yang sebenarnya jika diambil dari kata bahasa arab tersebut. Karena kata arwah berarti banyak ruh-ruh, kalau diartikan satu itu salah. Dalam Islam tidak ada istilah atau pengertian hantu yang berasal dari arwah orang mati atau meninggal dunia seperti diatas. Islam sama sekali tidak mengakui adanya hantu.


Islam hanya mengajarkan bahwa adanya makhluk ghaib seperti malaikat dan jin. Jadi tidak ada makhluk jadi-jadian atau makhluk yang berubah wujud. Manusia memang mempunyai ruh tetapi ruh yang ada dalam tubuh manusia itu, adalah identik dengan manusia itu setelah jasadnya tiada. Artinya ruh itu adalah manusia itu sendiri. Setelah seorang manusia meninggal dunia jasadnya mati dan ruhnya berada di alam barzah.


Tidak ada manusia yang berubah jadi makhluk hantu yang menakut-nakuti manusia kembali ke alam dunia. Makhluk ghaib yang ada di dunia yang menakut-nakuti manusia adalah Jin. Jin adalah makhluk ciptaan Allah yang diciptakan sendiri. Bukan perubahan dari makhluk lain. Jin adalah makhluk ghaib maksudnya tidak nyata. Ia dapat berubah wujud dengan bentuk apa saja dengan izin Allah selain wujud aslinya. Wujud aslinya juga cukup menyeramkan. Jin ini yang iseng mengganggu manusia yang jadi hantu dan dia bohong pada manusia dengan mengatakan ia adalah ruh dari sesorang yang telang meninggal. Hantu dalam pandangan Islam menjawab fenomena alam yang seringnya terjadi penampakan itu adalah Jin. Syetan adalah sifat jahat yang ada pada manusia maupun Jin. Hantu bukan syetan. Tetapi jin yang dirasuki sifat syetan, yang selalu menggoda manusia untuk senantiasa sesat atau keluar dari ajaran Islam yang sebenarnya.


Allah melalui Al Quran tidak mengajarkan adanya roh manusia yang sudah berada di dalam kubur (baik roh yang baik maupun roh yang jahat) bisa kembali berkeliaran di muka bumi ini baik mencelakai atau menolong manusia yang masih hidup. Tidak ada pula keterangan dalam Al Quran bahwa orang mati bisa masuk ke dalam tubuh manusia yang masih hidup (kesurupan).


حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ رَبِّ ٱرۡجِعُونِ ٩٩


لَعَلِّيٓ أَعۡمَلُ صَٰلِحٗا فِيمَا تَرَكۡتُۚ كَلَّآۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَاۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرۡزَخٌ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ١٠٠


“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)


Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”.


Allah dalam QS Al Mu’minun: 99-100 memberitakan bahwa orang-orang yang telah dikuburkan mustahil bisa kembali ke dunia, kecuali dibangkitkan setelah hari kiamat. Orang-orang kafir (roh jahat) terkurung dalam penjara alam kubur. Dan pada ayat lain (QS Ar Rum: 56), jadi tidak ada kekuasaan manusia (yang telah berada di alam kubur) untuk bisa kembali ke dunia ini.


وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ وَٱلۡإِيمَٰنَ لَقَدۡ لَبِثۡتُمۡ فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡبَعۡثِۖ فَهَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡبَعۡثِ وَلَٰكِنَّكُمۡ كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ ٥٦


“Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)”.


Rasullah SAW mengabarkan bahwa setelah roh keluar dari tubuh manusia (mati), roh itu di antar oleh malaikat menuju penciptanya (Allah). Setelah itu dikembalikan kealam kubur. Di alam kubur roh mendapat pemeriksaan oleh malaikat Munkar dan Nankir. Melalui pemeriksaan itulah roh ditempatkan pada tempat yang layak baginya, kemudian dibukakanlah untuknya pintu ke arah surga. Lalu kepadanya dikatakan Inilah tempat tinggalmu dan itu pulalah yang diserakan oleh Allah untukmu yaitu segala sesuatu yang ada di dalamnya. Mayit itu merasakan kenikmatan yang besar dan umat berbahagia. Kemudian dikelurkanlah kuburnya itu sampai 70 hasta dan diberi penerangan di dalamnya. Tubuhnya dikembalikan sebagai mana permulaan dahulu. Rohnya diletakkan di dalam kelompok roh yang suci yaitu dalam tubuh seekor burung yang bertengger di salah satu pohon surga (H.R Ahmad).


Jadi secara logika (akal) bahwa roh yang telah merasakan kenikmatan alam kubur tidak akan mungkin tertarik lagi untuk kembali ke dunia, sedangkan roh yang terpenjara akan mungkin pula bebas meninggalkan penjaranya berkeliaran di dalam dunia.


Berdasarkan keterangan Al-Qur’an dan hadis maka jelaslah bahwa tidak ada roh gentayangan, yang ada adalah roh orang yang mukmin tidak bisa terangkat ke atas gara-gara utangnya yang belum terbayar. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada hantu, di dalam arti roh mati ke dunia mengganggu manusia (HR.Muslim). Apa yang selama ini diyakini oleh sebagian besar umat Islam hanyalah tipu daya setan dari bangsa jin. Setanlah yang menyamar sebagai orang yang telah mati seperti dilihat oleh orang-orang yang tertipu. Setanlah yang masuk ke dalam tubuh manusia dan mengaku-ngaku sebagai roh orang tua, atau orang-orang saleh. Karena hanya setan (jin) yang diberi kemampuan oleh Allah untuk masuk ke dalam tubuh manusia, sebagaimana keterangan Rasulullah SAW bahwa: “Sesungguhnya setan (jin) beredar didalam diri manusia seperti aliran darah” (HR.Bukhari muslim). Setinggi-tingginya ilmu manusia, tidak ada yang diberi kemampuan untuk masuk kedalam tubuh manusia lainnya.


Dengan tipu daya seperti ini, setan menyesatkan manusia, merusak iman dan menyuruh untuk melakukan amalan-amalan sesat seperti menyembahkan sesajen dan memakai jimat-jimat atau jampi-jampi, bahkan meminta pertolongan ke dukun untuk mengusir atau meminta perlindungan dari hantu atau arwah gentayangan.


Dan untuk pertanyaan kenapa setan atau jin bisa tahu detail dari suatu kejadian misalnya yang mati kecelakaan, mati melahirkan, dan sebagainya. Karena pada saat kejadian itu setan atau jin itu berada di tempat kejadian tersebut, sehigga setan tahu betul bagaimana persis kejadian tersebut lalu berubah menjadi hantu untuk menakuti dan menggoyahkan kepercayaan masyarakat di sekitarnya.


Dan untuk permasalahan tentang hantu pocong tersebut juga mempunyai penjelasan tersendiri. Melepas tali ikatan kain kafan setelah dikuburkan dianjurkan oleh sebagian besar ulama. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW melepaskan ikatan kain kafan dari jenazah Nu’aim bin Mas’ud saat dimasukan ke dalam kubur. Demikian dengan apa yang diriwayatkan oleh al Atsram dari Ibnu Mas’ud berkata, “Apabila kalian memasukan mayit kedalam lahad maka lepaslah ikatannya.” (Markaz al Fatwa No. 57585).


Sementara itu Imam Ar-Romli dalam kitabnya yang berjudul Nihayatul Muhtaj mengatakan, "Bila mayat sudah diletakkan di kubur, maka dilepaslah segenap ikatan dari tubuhnya berharap nasib baik yang membebaskannya dari kesulitan di alam Barzah, karenanya, makruh hukumnya bilamana ada sesuatu yang mengikat bagian tubuh jenazah baik jenazah anak-anak maupun jenazah dewasa".


Berdasarkan referensi di atas dianjurkan untuk membuka ikatan kain kafan yang ada di kepala atau di kedua kaki. Akan tetapi dilarang untuk membuka wajah si mayit karena tidak ada hukum yang mendasarinya. Membuka wajah mayit hanya dibenarkan jika mayit tersebut meninggal dalam keadaaan ihram, pasalnya Allah SWT akan membangkitkannya kelak di hari kiamat dalam keadaan membaca Talbiyah (sedang mengerjakan haji).


Sementara itu terkait anggapan orang-orang apabila ikatan-ikatan tali kafan tidak dilepaskan maka mayat itu akan bangun lagi atau menjadi pocong adalah anggapan kurafat yang tidak memiliki dasar hukum didalam agama bahkan bertentangan dengan aqidah islam.









BAB III


PENUTUP


A. Kesimpulan


Dari penjelasan dan refrensi yang ada di atas, dapat disimpulkan bahwa segala yang namanya hantu gentayangan itu tidak ada. Dalam Islampun tidak ada kepercayaan tentang hantu atau arwah gentayangan tersebut, bahkan kepercayaan tersebut bertentangan dengan aqidah Islam. Segala yang namanya hantu tersebut hanya ulah dari bangsa jin belaka, yang bertujuan untuk merusak aqidah umat manusia khususnya umat Islam. Jadi kita sebagai umat Islam harus tahu kebenaran dari kepercayaan-kepercayaan tersebut, dan kita jangan sampai terjerumus ke dalam ajaran seperti itu. Jangan sampai iman kita rusak dengan mempercayai yang seperti itu dan kita menjadi umat Islam yang bertentangan dengan aqidah Islam.


B. Saran





Demikaian penulisan tugas ini, dengan harapan semoga bermanfaat bagi penulis maupun pembaca. Penulis menyadari banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini baik dari sistematika maupun isinya, untuk itu penulis berharap adanya masukan dari dosen pembimbing maupun semua yang membaca makalah ini.

Comments

Popular posts from this blog

METODE BELAJAR SEMPAK