TAFSIR TARBAWY - MENGENAL ALLAH
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah mahluk yang diberi akal yang sempurna, tatkala akal membawa kepada sesuatu yang diinginkan. Tetapi alangkah baiknya digunakan kepada sesuatu yang akan memberikan manfaat salah satunya untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Manusia akan hidup lurus apabila
dia mampu menggunakan akalya untuk mengetahui siapa dirinya. Yang akhirnya akan sampai kepada zat yang menciptakannya yaitu Allah SWT. Inilah yang menjadi persoalan bahwa manusia kebanyakan lupa kepada dzat yang menciptakannya yaitu Allah SWT.
dia mampu menggunakan akalya untuk mengetahui siapa dirinya. Yang akhirnya akan sampai kepada zat yang menciptakannya yaitu Allah SWT. Inilah yang menjadi persoalan bahwa manusia kebanyakan lupa kepada dzat yang menciptakannya yaitu Allah SWT.
Fenomena yang terjadi sekarang bahwa manusia hidup kebanyakan dengan moral yang kurang sempurna. Yaitu hal yang tidak sejalan dengan aturan Agama Islam. Ini dikarenakan kurang mengenal dirinya sendiri atau dengan kata lain tidak mengetahui jati dirinya sendiri. Orang yang mengenali Allah dengan benar adalah orang yang mampu mewarnai dirinya dengan segala macam bentuk ibadah. Kita akan mendapatinya sebagai orang yang rajin shalat, pada saat lain kita dapati ia senantiasa berdzikir, tilawah, belajar, pelayan masyarkat, dermawan, dst. Tidak ada ruang hanya waktu ibadah kepada Allah.
Ada sebagian ulama yang mengatakan : “Duduk di sisi orang yang mengenali Allah akan mengajak kita kepada enam hal dan berpaling dari enam hal, yaitu : dari ragu menjadi yakin, dari riya menjadi ikhlash, dari ghaflah (lalai) menjadi ingat, dari cinta dunia menjadi cinta akhirat, dari sombong menjadi tawadhu’ (randah hati), dari buruk hati menjadi nasehat”.
Bagaimana supaya kita mampu mengenal Allah SWT? Apakah sebuah kewajiban kita harus mengenal Allah SWT? Maka dalam makalah ini akan dibahas mengenai Mengenal Allah atau dengan kata lain ma’rifatullah.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat diambil beberapa rumusan masalah yakni,
1. Apa pengertian dari mengenal Allah swt?
2. Apa tafsiran dari surat Al Hashr ayat 22-24?
3. Apa tafsiran dari surat Ar Rum ayat 22-25?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui apa hakikat sebenarnya dari mengenal Allah swt dan tafsiran dari beberapa ayat yang berkaitan dengan mengenal Allah swt.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Mengenal Allah SWT
Mengenal Allah juga bisa disebut dengan Ma’rifatullah yaitu berasal dari kata ma’rifah dan Allah. Ma’rifah berarti mengetahui, mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi mengenal-Nya lewat tanda-tanda kebesaranNya (ayat-ayatNya). Mengenal Allah merupakan tahapan penting perjalanan diri Manusia.
Salah satu Hadis yang terkenal dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. adalah :
"Man 'Arofa nafsahu, Faqod Arofa Robbahu"
Artinya : "Barang siapa mengenal dirinya maka, ia akan mengenal Tuhannnya".
Makna dari hadis ini, bersesuaian dengan ungkapan dalam Al-Qur'an "Wallaahu bi kulli Syai'in 'Aliima". Artinya "dan Allah mengetahui segala sesuatu".
Dari dua pernyataan di atas, bisa kita pahami bahwa:
· Manusia Hidup di dunia ini harus memiliki panduan kehidupan agar dirinya tidak mengalami kebingungan.
· Panduan kehidupan yang harus dicari oleh manusia, terdapat dalam dirinya sendiri.
· Panduan yang dimaksud dalam poin kedua adalah panduan fitrah dan Suara Hati manusia.
· Jika manusia mau mengerti dan memahami segala apa yang ada dalam dirinya adalah pemberian sang Maha Kuasa maka, seharusnya manusia harus berterima kasih pada sang pemberi itu (Allah SWT).
· Membuktikan kebenaran ilmu dan pemahaman yang dimiliki tentang sang Pencipta agar manusia tidak merasa ragu dan bingung dalam memahami kehidupan.
B. Tafsiran Surat Al Hashr ayat 22-24
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ ٢٢
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِنُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡجَبَّارُ ٱلۡمُتَكَبِّرُۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ٢٣
هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَٰلِقُ ٱلۡبَارِئُ ٱلۡمُصَوِّرُۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٢٤
22. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
23. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan
24. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
1. Asbabun Nuzul
Surat al-Hashr, surat ke-59 ini, berjumlah 24 ayat. Surat ini turun berkenaan dengan peristiwa Nabi Muhammad SAW dengan kelompok Bani Nadlir yang terjadi pada awal tahun keempat hijrah setelah perang Uhud dan sebelum perang Ahzab. Dalam pada itu al-Maraghi mengatakan bahwa al-Hasyr termasuk surat yang turun di Madinah, berjumlah 24 ayat dan diturunkan setelah surat al-Bayyinah dan diturunkan berkenaan dengan peristiwa Bani Nadlir.
Selanjutnya keterangan tersebut diperkuat oleh Ibn Katsir dalam kitabnya Tafsir Ibn Kratsir. Disitu dikatakan bahwa Ibn Abbas, Mujahid dan Az-zuhri menceritakan bahwa ketika Rasulullah SAW sampaikan dikota Madinah ia mengadakan perjanjian dan jaminan untuk tidak saling memerangi dengan kaum Bani Nadlir.Namun mereka melanggar perjanjian tersebut. Kemudian turunlah surat ini yang intinya mengizinkan kepada Nabi agar mengusir Bani Nadlir dari kota Madinah. Penjelasan serupa ini diperkuat oleh keterangan Abi al-Hasan Ali bin Ahmad al-Wahidy al-Naisa-bury. Menurutnya bahwa surat ini turun pada Bani Nadlir, yaitu ketika Nabi Muhammad SAW sampai dikota Madinah ia mengadakan perdamaian dengan bani Nadlir untuk tidak saling memerangi, dan Nabi menerima perjanjian tersebut. Selanjutnya ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perang Badar dan dapat mengalahkan orang-orang musyrik, Bani Nadlir berkata: Demi Allah bahwasanya ia adalah Nabi yang kami jumpai keterangannya didalam kitab Taurat, dan mereka tidak menolak sedikitpun. Namun ketika Nabi Muhammad perang Uhud dan orang-orang Islam menderita kekalahan, maka mereka memutuskan perjanjian tersebut dan menyatakan permusuhan pada Rasulullah SAW dan orang-orang mukmin, kemudian Nabi Muhammad SAW mengusir mereka.
2. Tafsiran
· Ayat 22
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ
"Dialah Allah! Yang tiada Tuhan melainkan Dia." (pangkal ayat 22).
Inilah pokok pegangan orang pertama dan utama. Segala perhatian dan ingatan ditujukan kepadaNya, Allah Tuhan Yang Satu.
عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِۖ
"Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata.''
Oleh karena Allah itu meliputi akan segala ruang dan segala waktu, niscaya bagi Allah sama saja diketahuinya yang ghaib dan yang nyata. Sedang bagi kita sebagai makhluk lebih banyaklah yang ghaib dari pada yang nyata. Bahkan apa yang disangka nyata itu,bagi kita pun masih ghaib.
Apa yang tidak nampak oleh mata kita dan tidak kedengaran oleh telinga kita, adalah ghaib bagi kita. Lebih banyak bahagian dalam batang tubuh kita sendiri yang ghaib bagi kita.
هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ
"Dia adalah Maha Murah, Maha Penyayang."(ujung ayat 22).
Ar-Rahmaan kita artikan Pemurah. Ar-Rahiim kita artikan Penyayang. Hasil jipratan dari sifat Rahman dan sifat Rahim itu ialah Rahmat. Rahmat itu pun diartikan juga kasih-sayang! Kasih-sayang Allah itu nampak di mana saja, apabila saja! Kemurahan dan kasih-sayang Ilahi itulah yang kita lihat di mana-mana dan Kasih-sayang serta kemurahan Tuhan itulah yang menyebabkan hidup kita sesuai dalam bumi ini. Kita diberi kemudahan dan penyelenggaraan. Segala sesuatu di atas bumi ini dapat kita memanfaatkan. Bahkan pertalian di antara satu bintang dengan bintang yang lain, pertalian antara bumi dengan bulan, matahari dengan bintang-bintang satelitnya, semuanya berjalan dalam lindungan kasih-sayang dan kemurahan Tuhan. Isaac Newton, Pemikir dan sarjana Inggeris dikenal sebagai manusia yang pertama menemukan teori tentang "daya tarik" yang mempertalikan satu bahagian alam dengan bahagian lain, sehingga dunia ini tidak runtuh dan tidak kucar-kacir. Dikatakan bahwa segala sesuatunya diatur dengan harmonis, seimbang dan setimbang sehingga semua berjalan langgeng, tak pemah runtuh dan tak pernah jatuh. Tetapi ahli-ahli Tauhid dan Ma`rifat mengatakan bahwa bukanlah daya "daya tarik" atau rahasia terakhir yang menyebabkan alam jadi harmonis. Mereka mengatakan semuanya ini adalah percikan dari sifat Tuhan yang dua itu; "Rahman dan Rahim, Maha Pemurah dan Maha Penyayang." Dalam kata lain disebut juga bahwa Ar-Rahman dan Ar-Rahim menumbuhkan Cinta, dengan cinta alam ini diciptakan oleh Tuhan.
· Ayat 23
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِنُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡجَبَّارُ ٱلۡمُتَكَبِّرُۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُون
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah adalah satu-satunya penguasa terhadap apa pun juga. Dia-lah Allah yang memiliki segala sesuatu dan mengendalikannya tanpa larangan dan tidak teralakkan, yang suci dari segala cela dan kekurangan, yang makhluk-Nya aman dari kezaliman, karena dia-lah yang mengawasi mereka. Dia-lah yang menggerakkan segala sesuatu tanpa ada yang mampu menghalangi dan menolaknya.
Dari ayat ini para ulama mencatat sifat-sifat Allah yang tergolong dalam Asma’ al-Husna lainnya, yaitu sifat al-Malik, al-Quddus, al-Salam, al-Mukmin, al-Muhaimin, al-Aziz, al-Jabbar, al- Mutakabir. Itulah Sifat-sifat Allah yang harus di pahami dari segi pengertian maupun penjelasan lainnya dari kandungan surat al-Hashr ayat 23 tersebut.
· Ayat 24
هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَٰلِقُ
“Dialah Allah, Maha Pencipta” (pangkal ayat 24).
Yaitu kehendak menjadikan alam dalam berbagai bentuknya ini adalah dari Dia sendri, tidak karena dikehendaki oleh yang lain.
ٱلۡبَارِئُ
“Yang Mengadakan”
Daripada tidak ada kepada ada. Jadi bukanlah alam yang Dia ciptakan itu sama terjadi dengan Dia, sebagaimana kepercayaan yang dianut oleh ahli-ahli filsafat, yang mengatakan bahwa alam itu qadim. Sebab itu maka makhluk (yang dijadikan) ini tadinya tidaklah ada. Setelah dia diciptakan oleh Allah, lalu dijadikannya daripada tidak ada kepada ada. Sebab itu maka terjadilah alam ada permulaan, sedang Allah itu jadi dengan sendiriNya dan tidak ada permulaanNya.
ٱلۡمُصَوِّرُۖ
“Yang Membentuk rupa”
Ini pun diperingatkan, yaitu bahwasanya setiap manusia ditentukan oleh wajahnya, segala sesuatu ditentukan namanya, jenisnya dan rerumpunannya karena ciri-ciri khas yang ditentukan pada rupanya. Rupa sesuatu menentukan untuk namanya, khususnya manusia, diberi bentuk sendiri, lain dari bentuk makhluk yang lain. Pada waktu tafsir ini disusun manusia yang berada di permukaan bumi adalah sekitar 4.000.000.000. (empat milyard). Tidak seorang jua pun yang serupa, semua berlain rupa. Meskipun ada perbedaan warna kulit, ada yang putih, kuning dan hitam dan sawo matang, namun yang sama-sama hitam pun tidaklah serupa. Sepuluh orang saudara yang dilahirkan oleh seorang ibu, anak dari satu ayah tidak juga ada yang serupa. Tidak serupa wajahnya, tidak serupa sidik jarinya dan tidak serupa bunyi suaranya. Tiap seseorang diberi satu bentuk badan, satu seri muka, satu sidik jari, satu bunyi suara, sehingga di mana pun dia berada, dia dapat dikenal, misalnya dia si Ahmad, bukan si Hamid. Fikirkanlah kekayaan dan kebesaran Allah. Sebuah pabrik mobil di Detroit yang terkenal mengeluarkan mobil dari pabriknya sekali dalam lima menit, hanyalah sekedar sekali setahun seorang Insinyur merangkap ahli astetik memikirkan bentuk apa yang layak bagi mobil itu untuk tahun depan. Beribu-ribu mobil keluar dalam setahun, namun bentuknya sama, mesinnya sama, atau "model"nya sama, model tahun seribu sembilan ratus sekian….Tetapi manusia lahir setiap detik di seluruh dunia, masing-masing membawa bentuk dan rupa sendiri.
لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ
“BagiNyalah nama-nama yang baik”
Tuhan berulang kali memberi ingat tentang nama-namaNya yang baik ini di dalam al-Quran. Telah diisyaratkan di dalam Surat 7 al-A`raf ayat 180. Di dalam Surat 17, al-Isra' ayat 110. Surat 20, Thaha ayat 8, dan ayat 24 penutup Surat al-Hasyr sekarang ini. Di Surat al-A'raf (Juzu' 9) al-Asmaul Husnaa telah kita uraikan juga. Dan nama-nama Tuhan yang tersebut sejak ayat 22 sampai ayat 24 ini adalah termasuk di dalam al-Asmaul Husnaa itu jua adanya. Sayid Ibnul Murtadhaa dalam kitabnya "litsaarul Haqq", Ma`rifat atau mengenal kesempumaan Tuhan Yang Maha Mulia, disertai sifat-sifatNya yang sempurna dan nama-namaNya yang baik adalah termasuk kesempumaan Tauhid, yang mesti difahamkan benar-benar. Karena hendak mengetahui kesempurnaan zat Tuhan hendaklah dengan memahamkan tiap-tiap nama Tuhan yang baik itu. Karena tidaklah akan dikenal kesempumaan Zat kalau tidak diketahui sifatnya dan tidak diketahui namanya. Ada terdapat dua tiga Hadis tentang al-Asmaul Husnaa itu. Di salah satu Hadis dikatakan bahwa nama itu 99 banyaknya. Siapa yang menghapal dan memahamkannya dijanjikan masuk syurga. Tetapi jika dikumpulkan semua nama dari sekalian Hadis itu terdapat lebih dari 99. Imam Ghazali menyatakan pendapat bahwa tentang nama-nama, tidaklah boleh kita menambah nama Allah dari yang telah ditentukan Tuhan dan dijelaskan Rasulullah saw. Tetapi tentang sifat Allah, bolehlah kita menyatakan pendapat kita lebih luas dari nama yang telah tersebut, asal mengandung akan kemuliaan Ilahi.
يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ
“Bertasbih kepadaNya apa pun yang ada pada sekalian langit dan bumi”
Yang berarti tunduk dan patuh akan peraturanNya. Akal dan perasaan halus manusia, disertai budi yang tinggi manusia akan turut merasakan tasbih dari sekalian yang di langit dan di bumi itu.
وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ
“Dan Dia adalah Maha Perkasa, Maha Bijaksana” (ujung ayat 24).
Maha Perkasa, sehingga tidak ada satu kekuatan pun yang dapat menantang ketentuan, peraturan dan kekuasaan yang telah Dia garis. Maha Bijaksana, sehingga akal budi yang mendalam akan merasakan kagum melihat kebijaksaan yang tinggi itu. Dan ini semuanya telah banyak dibicarakan pada kesempatan-kesempatan yang lain.
C. Tafsiran Surat Ar Rum ayat 22-25
وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦ خَلۡقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفُ أَلۡسِنَتِكُمۡ وَأَلۡوَٰنِكُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّلۡعَٰلِمِينَ ٢٢
وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦ مَنَامُكُم بِٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱبۡتِغَآؤُكُم مِّن فَضۡلِهِۦٓۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَسۡمَعُونَ ٢٣
وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦ يُرِيكُمُ ٱلۡبَرۡقَ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَيُحۡيِۦ بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَآۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ ٢٤
وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن تَقُومَ ٱلسَّمَآءُ وَٱلۡأَرۡضُ بِأَمۡرِهِۦۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمۡ دَعۡوَةٗ مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ إِذَآ أَنتُمۡ تَخۡرُجُونَ ٢٥
22. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
23. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
24. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
25. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).
1. Asbabun Nuzul
Dalam Al-Quran dan Tafsirnya, Surat Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi. Surat ini terdiri atas 60 ayat, dan termasuk pada golongan Makkiyah. Dinamakan Ar-Rum karena pada surat ini terdapat pemberitaan bangsa Romawi yang mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ar-Rum dapat menuntut bebas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali. Ini adalah salah satu dari mukjizat Al-Quran yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dan juga sebagai isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemahnya di waktu itu akan memenangi peperangan dengan kaum musyrikin.
2. Tafsiran
· Ayat 22
وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦ خَلۡقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفُ أَلۡسِنَتِكُمۡ وَأَلۡوَٰنِكُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّلۡعَٰلِمِينَ
Dari sebagian tanda kekuasaan Allah adalah penciptaan langit yang tinggi dan luas, berbagai material yang ada di langit, dan bintang-bintangnya baik yang diam maupun yang berjalan. Allah juga menciptakan bumi yang direndahkan dan besar serta material yang ada di atasnya seperti gunung-gunung yang kokoh, lautan, daratan, hewan dan pohon-pohon. Allah juga telah menciptakan manusia dengan bahasa dan warna kulit yang berbeda-beda pada setiap daerahnya. Hal ini merupakan tanda kekuasaan Allah bagi manusia sebagai makhluk yang memiliki akal.
· Ayat 23
وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦ مَنَامُكُم بِٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱبۡتِغَآؤُكُم مِّن فَضۡلِهِۦٓۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَسۡمَعُونَ
Dari sebagian tanda kekuasaan Allah adalah Allah menidurkan kalian pada waktu malam dan siang agar kalian istirahat dan sedikit bergerak sehingga hilang rasa jemu dan cape. Allah juga menjadikan kalian menyebar dan melakukan berbagai pekerjaan dan perjalanan pada siang hari untuk mencari karunia Allah sebagai sumber kehidupan. Semua ini merupakan tanda kekuasaan Allah bagi kaum-kaum yang mendengar.
· Ayat 24
وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦ يُرِيكُمُ ٱلۡبَرۡقَ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَيُحۡيِۦ بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَآۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ
Diantara tanda kekuasaan Allah adalah Allah menciptakan kilat yang dapat menimbulkan rasa takut dan harapan, takut akan hujan yang bisa menghancurkan kehidupan, berharap hujan yang bisa membawa berkah bagi kehidupan, kemudian Allah menghidupkan kembali tumbuh-tumbuhan yang ada di bumi setelah ia sebelumnya mati dan tidak ada tumbuh-tumbuhan. Hal ini menunjukkan bahwa menghidupkan kembali yang sudah mati kelak setelah hari kiamat, bagi Allah adalah mudah, dan ini menjadi tanda kekuasaan Allah bagi kaum-kaum yang berakal.
· Ayat 25
وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن تَقُومَ ٱلسَّمَآءُ وَٱلۡأَرۡضُ بِأَمۡرِهِۦۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمۡ دَعۡوَةٗ مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ إِذَآ أَنتُمۡ تَخۡرُجُونَ
Dari sebagian tanda kekuasaan Allah adalah berdirinya langit dan bumi atas kehendak Allah, kemudian jika kiamat terjadi maka bumi akan diganti dengan bumi yang lain, begitu juga langit, kemudian Allah memanggil manusia dan atas kehendak Allah, manusia pun keluar dari kuburnya maka mereka menjawab dengan memuji Allah dan mereka menyangka tidak akan tinggal kecuali sebentar.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ma’rifatullah yaitu berasal dari kata ma’rifah dan Allah. Ma’rifah berarti mengetahui, mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi mengenal-Nya lewat tanda-tanda kebesaranNya (ayat-ayatNya). Mengenal Allah merupakan tahapan penting perjalanan diri Manusia. Salah satu Hadis yang terkenal dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. adalah "Man 'Arofa nafsahu, Faqod Arofa Robbahu" Artinya "Barang siapa mengenal dirinya maka, ia akan mengenal Tuhannnya".
Dengan demikian jelaslah bahwa keimanan kepada Allah memiliki hubungan subtansia dan fungsional dalam kerangka perumusan konsep pendidikan Islam pada umumnya dan pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban pada umumnya.
B. Saran
Demikaian penulisan makalah ini, dengan harapan semoga bermanfaat bagi penulis maupun pembaca. Penulis menyadari banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini baik dari sistematika maupun isinya, untuk itu penulis berharap adanya masukan dari dosen pembimbing maupun semua yang membaca makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Madjid Nurcholis, 1992. Islam Doktrin dan Peradaban. Jakarta. Yayasan Wakaf Paramadina
Abuddin Nata, 2002. Tafsir Ayat-ayat Pendidikan. Jakarta. PT RajaGrafindo Persada.
http://khairaljailaniblogaddress.blogspot.co.id/2015/03/mengenal-allah-swt-tafsir-surat-al_16.htm.
http://hilmanmuchsin.blogspot.co.id/2014/12/tafsir-ayat-ayat-ketuhanan-surat-al.html
http://jawigo.blogspot.co.id/2014/01/Tafsir-Ayat-Ketuhanan-Surat-Al-Hasyr.html
Comments
Post a Comment